Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan pengembangan UKM dengan pola Regional Manajemen (RM) atau Kerja sama Antardaerah (KAD) terbukti efektif mempercepat pembangunan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan di daerah. "Dengan berjalannya waktu konsep KAD atau RM terbukti menjadi salah satu solusi terbaik untuk masalah pembangunan di Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas," kata Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM.
RM merupakan sistem kerja sama terpadu antardaerah agar setiap permasalahan yang muncul dapat segera diatasi sehingga setiap kabupaten-kota yang terlibat mampu mengerahkan seluruh potensi wilayah dalam semangat kebersamaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
I Wayan Dipta mengatakan, beberapa contoh aplikasi RM yang sukses adalah di Provinsi Jawa Tengah yaitu RM Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) serta di Provinsi NTB yaitu RM Jonjok Batur (Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur).
Selain itu, beberapa RM lain yang baru berkem bang di antaranya di Provinsi Bengkulu yaitu RM Janghiangbong (Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong), di Provinsi Sumut yaitu RM Lake Toba (Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Simalungun, Karo, dan Dairi), dan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu RM AKSESS (Bulukumba, Sinjai, Bantaeng, Jeneponto, dan Selayar). "Sejak 2009, kami ikut mendukung pendekatan KAD melalui program Peningkatan Kapasitas KAD dalam Pengembangan UKM,"
Ia menambahkan, program KAD yang mendapat dukungan langsung dari Kementerian Koperasi dan UKM adalah RM Barlingmascakeb di Provinsi Jawa Tengah dengan konsentrasi pengembangan produk batik dan gula kelapa serta RM Jonjok Batur di Provinsi NTB dengan konsentrasi pengembangan UKM pendukung pariwisata dan gerabah.
RM muncul sebagai jembatan dialog dan rekonsiliasi untuk menghasilkan solusi bersama dari kendala pembangunan ekonomi khususnya pengembangan KUKM. Contohnya satu daerah dapat difokuskan sebagai tempat promosi dan pemasaran produk, daerah lain dijadikan tempat produksi dan pengembangan produk, sedangkan daerah lainnya menjadi penyuplai bahan baku.
Sistem RM terbukti sukses dan sudah diterapkan di banyak negara di antaranya Jepang di mana tiga kota telah berhasil meningkatkan perekonomiannya dengan mengembangkan kerja sama antardaerah yaitu Oyama-Yufuin-Gifu.
Di Yufuin, terdapat kawasan agrowisata air panas yang dikemas melalui wadah koperasi dan dikembangkan sinergisdengan potensi di dua daerah sekitarnya yaitu Oyama yang merupakan daerah penghasil ikan dan sayur mayur, dan Gifu yang merupakan daerah penghasil kerajinan tangan.
I Waya Dipta menilai, konsep RM akan sangat efektif bila dikembangkan dan direplikasi di tempat lain di tanah air yang kaya dengan sumber daya komoditas unggulan.
Sumber : Harian Ekonomi Neraca
http://www.depkop.go.id
Senin, 22 November 2010
Kejar Negara Maju, Indonesia Harus Perbesar UKM
Indonesia pada 2010-2020 harus bisa mendorong perekonomian agar bisa setara dengan negara maju. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kemampuan usaha kecil menengah (UKM) untuk bisa bersaing di pasar global.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, upaya menghilangkan jurang (gap) pembangunan antara negara-negara berkembang dan negara maju menjadi salah satu topik pembicaraan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diadakan di Yokohama, Jepang, akhir pekan lalu.
"Kami membahas mengenai pengelolaan tatanan ekonomi global. Indonesia pada 2010-2020 perlu mengurangi gap pembangunan dengan negara maju," kata dia ditemui di kantornya.
Hatta menjelaskan, dalam periode 10 tahun itu, Indonesia harus mampu meningkatkan kapasitas UKM agar bisa bersaing. Selain itu peningkatan kapasitas institusi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar terjadi level of playing yang sama sama dalam perdagangan.
Dalam pertemuan APEC tersebut, peran penting Indonesia cukup menonjol karena beberapa landasan target organisasi ini disusun di Bogor pada pertemuan APEC 1994, yang disebut Bogor Goals. Selain menetapkan beberapa target untuk mewujudkan perdagangan dunia yang lebih bebas dan adil, Bogor Goals juga mengandung prinsip dasar yang penting bagi APEC.
KTT kali ini menghasilkan empat dokumen penting, yaitu Yokohama Vision, Bogor and Beyond, Leaders Statement on 2010 Bogor Goals Assessment, APEC Leaders Growth Strategy, dan Pathway to FTAAP (Free Trade Area of Asia Pacific).
Perang Mata Uang
Sementara itu, terkait dengan masalah isu currency war dalam pertemuan negara-negara anggota G-20 di Korea Selatan, Hatta menilai usulan lobi Amerika Serikat (AS) mengenai pembatasan defisit transaksi berjalan dan upaya pengurangan ketimpangan neraca perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), akan dibahas pada pertemuan G-20 tahun depan. "Solusinya ada. Dan usulan AS akan dibawa ke pertemuan berikutnya pada 2011.
Secara terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia dalam forum G-20 tersebut mendukung kesepakatan yang dihasilkan. "Juga mengharapkan tidak ada perlakuan competitive devaluation dan menghindarkan proteksionisme," kata dia.
Sumber : Investor Daily Indonesia
http://www.depkop.go.id/
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, upaya menghilangkan jurang (gap) pembangunan antara negara-negara berkembang dan negara maju menjadi salah satu topik pembicaraan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diadakan di Yokohama, Jepang, akhir pekan lalu.
"Kami membahas mengenai pengelolaan tatanan ekonomi global. Indonesia pada 2010-2020 perlu mengurangi gap pembangunan dengan negara maju," kata dia ditemui di kantornya.
Hatta menjelaskan, dalam periode 10 tahun itu, Indonesia harus mampu meningkatkan kapasitas UKM agar bisa bersaing. Selain itu peningkatan kapasitas institusi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar terjadi level of playing yang sama sama dalam perdagangan.
Dalam pertemuan APEC tersebut, peran penting Indonesia cukup menonjol karena beberapa landasan target organisasi ini disusun di Bogor pada pertemuan APEC 1994, yang disebut Bogor Goals. Selain menetapkan beberapa target untuk mewujudkan perdagangan dunia yang lebih bebas dan adil, Bogor Goals juga mengandung prinsip dasar yang penting bagi APEC.
KTT kali ini menghasilkan empat dokumen penting, yaitu Yokohama Vision, Bogor and Beyond, Leaders Statement on 2010 Bogor Goals Assessment, APEC Leaders Growth Strategy, dan Pathway to FTAAP (Free Trade Area of Asia Pacific).
Perang Mata Uang
Sementara itu, terkait dengan masalah isu currency war dalam pertemuan negara-negara anggota G-20 di Korea Selatan, Hatta menilai usulan lobi Amerika Serikat (AS) mengenai pembatasan defisit transaksi berjalan dan upaya pengurangan ketimpangan neraca perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), akan dibahas pada pertemuan G-20 tahun depan. "Solusinya ada. Dan usulan AS akan dibawa ke pertemuan berikutnya pada 2011.
Secara terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia dalam forum G-20 tersebut mendukung kesepakatan yang dihasilkan. "Juga mengharapkan tidak ada perlakuan competitive devaluation dan menghindarkan proteksionisme," kata dia.
Sumber : Investor Daily Indonesia
http://www.depkop.go.id/
HAPUSKAN PINJAMAN KREDIT USAHA RAKYAT
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan mengatakan, pinjaman kredit usaha rakyat yang dilakukan oleh para korban bencana, seperti di Mentawai dan Merapi, hendaknya dihapuskan pemerintah.
"Jangankan usaha mereka yang hancur, kehidupannya saja sudah hancur. Mereka harus mulai dari noL Karena itu, penghapusan kredit merupakan upaya bijak yang sangat diperlukan para korban bencana," ujar Syarifuddin di Jakarta, Kamis (18/11).
Menurut dia, pihaknya akan bekerja sama dengan bank pelaksana kredit usaha rakyat untuk mendata debitor yang menjadi korban bencana. Selain itu, pihaknya juga siap mengalokasikan bantuan melalui perkuatan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi.
Berdasarkan data Bank Indonesia, total kredit perbankan yang diberikan kepada debitor yang terkena dampak bencana letusan Gunung Merapi, banjir di Wasior, dan tsunami di Mentawai sebesar Rp 315,717 miliar. Seluruhnya merupakan kredit dengan plafon sampai Rp 5 miliar. .
Jumlah itu terinci atas kredit kepada debitor yang kena dam-pak bencana banjir di Wasior (Papua Barat) Rp 23,2 miliar serta bencana tsunami Mentawai (Sumatera Barat) sebesar Rp 1,127 miliar.
Kredit kepada debitor yang kena dampak bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) Rp 106.44 miliar.
Di Jawa Tengah, debitor yang kena dampak bencana ada di Kabupaten Magelang. Kota Magelang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali dengan jumlah Rp 184,95 miliar.
Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah mengatakan, data dari kantor BI di daerah akan digunakan sebagai data awal untuk menetapkan daerah bencana. Penetapan daerah bencana akan dituangkan dalam bentuk surat keputusan sebagai lampiran Peraturan BI Nomor 8/15/PBI/2006 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit Bank bagi Daerah-daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.
Sekretaris Perusahaan PT Bank BNI Putu Bagus Kresna menyampaikan, BNI belum menetapkan kebijakan bagi debitor yang terkena dampak bencana. BNI dapat menggunakan model restrukturisasi kredit seperti saat bencana gempa di Sumatera Barat.
Sumber : Kompas dan http://www.depkop.go.id
"Jangankan usaha mereka yang hancur, kehidupannya saja sudah hancur. Mereka harus mulai dari noL Karena itu, penghapusan kredit merupakan upaya bijak yang sangat diperlukan para korban bencana," ujar Syarifuddin di Jakarta, Kamis (18/11).
Menurut dia, pihaknya akan bekerja sama dengan bank pelaksana kredit usaha rakyat untuk mendata debitor yang menjadi korban bencana. Selain itu, pihaknya juga siap mengalokasikan bantuan melalui perkuatan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi.
Berdasarkan data Bank Indonesia, total kredit perbankan yang diberikan kepada debitor yang terkena dampak bencana letusan Gunung Merapi, banjir di Wasior, dan tsunami di Mentawai sebesar Rp 315,717 miliar. Seluruhnya merupakan kredit dengan plafon sampai Rp 5 miliar. .
Jumlah itu terinci atas kredit kepada debitor yang kena dam-pak bencana banjir di Wasior (Papua Barat) Rp 23,2 miliar serta bencana tsunami Mentawai (Sumatera Barat) sebesar Rp 1,127 miliar.
Kredit kepada debitor yang kena dampak bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) Rp 106.44 miliar.
Di Jawa Tengah, debitor yang kena dampak bencana ada di Kabupaten Magelang. Kota Magelang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali dengan jumlah Rp 184,95 miliar.
Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah mengatakan, data dari kantor BI di daerah akan digunakan sebagai data awal untuk menetapkan daerah bencana. Penetapan daerah bencana akan dituangkan dalam bentuk surat keputusan sebagai lampiran Peraturan BI Nomor 8/15/PBI/2006 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit Bank bagi Daerah-daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.
Sekretaris Perusahaan PT Bank BNI Putu Bagus Kresna menyampaikan, BNI belum menetapkan kebijakan bagi debitor yang terkena dampak bencana. BNI dapat menggunakan model restrukturisasi kredit seperti saat bencana gempa di Sumatera Barat.
Sumber : Kompas dan http://www.depkop.go.id
Kamis, 04 November 2010
CARA ALAMI menghilangkan bekas jerawat
JERAWAT sering meninggalkan jejak hitam yang mengganggu penampilan. Bekas jerawat ini biasanya disebabkan oleh diet dan kebiasaan makan yang tidak tepat, konstipasi kronis, lingkungan tempat tinggal yang tidak higienis, serta stres. Bagaimana cara mengatasinya? Selain menghindari faktor pemicu tersebut, ada beberapa cara sederhana dan alami yang bisa Anda coba. Berikut beberapa diantaranya.
Jus lemon atau limau segar. Oleskan jus segar tersebut secara langsung ke area bekas jerawat dengan menggunakan kapas. Biarkan beberapa saat hingga meresap, selanjutnya bersihkan dengan air. Lemon berfungsi menyamarkan bekas jerawat yang berwarna kehitaman.
Pasta campuran kayu cendana dan beberapa tetes air mawar. Campuran ini bisa digunakan sebagai facial mask atau dioleskan secara langsung ke area bekas luka selama lebih dari 1 jam. Ada baiknya dipakai pada malam hari. Selanjutnya bersihkan dengan air. Cara ini efektif menyamarkan dan menghilangkan bekas jerawat.
Potongan tomat. Letakkan potongan tomat di seluruh wajah. Tomat kaya akan vitamin A yang berfungsi menghambat produksi sebum berlebih, pemicu jerawat. Vitamin A juga bersifat antioksidan sehingga bisa menyegarkan dan memperbarui bekas luka dan kerusakan kulit.
Minyak zaitun. Pijatkan minyak zaitun ke area kulit yang terinfeksi. Minyak zaitun bersifat melembabkan sehingga bisa melembutkan tekstur kulit dan menyamarkan bekas jerawat.
Madu. Madu juga merupakan pelembab alami yang bisa membantu mengatasi bekas jerawat. Anda bisa menggunakan madu sebagai masker atau mengonsumsi langsung.
Masker campuran. Campurkan 1 sendok makan krim asam, 1 sendok makan yogurt, satu sendok makan oatmeal, dan beberapa tetes jus lemon. Selanjutnya balurkan campuran ini ke area bekas jerawat. Biarkan selama 10 menit, kemudian cucilah hingga bersih.
Masker tomat dan ketimun. Kombinasi kedua bahan ini dinyatakan sangat efektif menyamarkan bekas jerawat. Selain itu, masker campuran tomat dan ketimun juga bisa mengencangkan pori-pori kulit, sehingga kulit tampak lebih menarik.
Es. Kompreslah area bekas jerawat dengan es. Cara ini berfungsi meredakan kulit yang mengalami iritasi serta mengecilkan pori-pori.
Minyak lavender. Gosokkan minyak lavender ke area bekas jerawat paling tidak 2 kali sehari. Cara ini dinyatakan efektif menyamarkan bekas jerawat.
Jus ketimun. Jus ketimun segar bisa dijadikan masker muka. Ketimun berfungsi meredakan peradangan, menyegarkan kulit, dan menyembuhkan bekas jerawat.
Putih telur. Ini merupakan salah satu cara paling murah untuk menghilangkan bekas jerawat. Oleskan putih telur ke bekas jerawat dengan menggunakan kapas dan biarkan sepanjang malam. Cara ini selain mencegah munculnya jerawat juga efektif mengatasi bekas jerawat.
Jus ketumbar dan tepung kunyit. Campurkan satu sendok teh jus ketumbar dengan sedikit tepung kunyit kemudian balurkan ke area yang terinfeksi. Cara alami ini dinyatakan efektif menghilangkan bekas jerawat.
Bawang putih. Konsumsi bawang putih atau gosokkan ke area yang terinfeksi. Cara ini juga diklaim bermanfaat dalam menghilangkan bekas jerawat yang mengganggu.
SUMBER DIDAPAT DARI : http://www.mediaindonesia.com/Bahan-Alami-Usir-Bekas-Jerawat
Jus lemon atau limau segar. Oleskan jus segar tersebut secara langsung ke area bekas jerawat dengan menggunakan kapas. Biarkan beberapa saat hingga meresap, selanjutnya bersihkan dengan air. Lemon berfungsi menyamarkan bekas jerawat yang berwarna kehitaman.
Pasta campuran kayu cendana dan beberapa tetes air mawar. Campuran ini bisa digunakan sebagai facial mask atau dioleskan secara langsung ke area bekas luka selama lebih dari 1 jam. Ada baiknya dipakai pada malam hari. Selanjutnya bersihkan dengan air. Cara ini efektif menyamarkan dan menghilangkan bekas jerawat.
Potongan tomat. Letakkan potongan tomat di seluruh wajah. Tomat kaya akan vitamin A yang berfungsi menghambat produksi sebum berlebih, pemicu jerawat. Vitamin A juga bersifat antioksidan sehingga bisa menyegarkan dan memperbarui bekas luka dan kerusakan kulit.
Minyak zaitun. Pijatkan minyak zaitun ke area kulit yang terinfeksi. Minyak zaitun bersifat melembabkan sehingga bisa melembutkan tekstur kulit dan menyamarkan bekas jerawat.
Madu. Madu juga merupakan pelembab alami yang bisa membantu mengatasi bekas jerawat. Anda bisa menggunakan madu sebagai masker atau mengonsumsi langsung.
Masker campuran. Campurkan 1 sendok makan krim asam, 1 sendok makan yogurt, satu sendok makan oatmeal, dan beberapa tetes jus lemon. Selanjutnya balurkan campuran ini ke area bekas jerawat. Biarkan selama 10 menit, kemudian cucilah hingga bersih.
Masker tomat dan ketimun. Kombinasi kedua bahan ini dinyatakan sangat efektif menyamarkan bekas jerawat. Selain itu, masker campuran tomat dan ketimun juga bisa mengencangkan pori-pori kulit, sehingga kulit tampak lebih menarik.
Es. Kompreslah area bekas jerawat dengan es. Cara ini berfungsi meredakan kulit yang mengalami iritasi serta mengecilkan pori-pori.
Minyak lavender. Gosokkan minyak lavender ke area bekas jerawat paling tidak 2 kali sehari. Cara ini dinyatakan efektif menyamarkan bekas jerawat.
Jus ketimun. Jus ketimun segar bisa dijadikan masker muka. Ketimun berfungsi meredakan peradangan, menyegarkan kulit, dan menyembuhkan bekas jerawat.
Putih telur. Ini merupakan salah satu cara paling murah untuk menghilangkan bekas jerawat. Oleskan putih telur ke bekas jerawat dengan menggunakan kapas dan biarkan sepanjang malam. Cara ini selain mencegah munculnya jerawat juga efektif mengatasi bekas jerawat.
Jus ketumbar dan tepung kunyit. Campurkan satu sendok teh jus ketumbar dengan sedikit tepung kunyit kemudian balurkan ke area yang terinfeksi. Cara alami ini dinyatakan efektif menghilangkan bekas jerawat.
Bawang putih. Konsumsi bawang putih atau gosokkan ke area yang terinfeksi. Cara ini juga diklaim bermanfaat dalam menghilangkan bekas jerawat yang mengganggu.
SUMBER DIDAPAT DARI : http://www.mediaindonesia.com/Bahan-Alami-Usir-Bekas-Jerawat
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.
Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).
Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :
a.Analisis kelayakan
Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.
b.Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.
SUMBER DIDAPAT ADRI : http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm
Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).
Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :
a.Analisis kelayakan
Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.
b.Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.
SUMBER DIDAPAT ADRI : http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm
SEJARAH AKUNTANSI MANAJEMEN
Kebanyakan prosedur perhitungan harga pokok produk (product costing) dan akuntansi manajemen yang digunakan pada abad 20 dikembangan antara tahun 1880 dan 1924. Perkembangan sebelumnya (sampai tahun 1914) menekankan pada perhitungan pada perhitungan harga pokok produk pada tingkat manajerial yaitu penelusuran tingkat laba perusahaan ke tiap produk dan menggunakan informasi ini untuk pengambilan keputusan strategis.
Mulai tahun 1925, setelah dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian
dihentikan dan diganti dengan penentuan harga pokok persediaan (inventory costing), yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk sedemikian rupa sehingga harga pokok persediaan dapat dilaporkan kepada pemakai eksternal dalam laporan keuangan. Laporan keuangan telah menjadi kekuatan yang membentuk desain sistem
akuntansi biaya. Manajer dan perusahaan bersedia menerima informasi biaya rata-rata
secara agregat atas tiap produk, karena mereka merasa tidak membutuhkan informasi biaya masing- masing produk yang lebih terinci dan akurat mengenai tiap produk.
Dalam tahun 1950-an dan 1960-an telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan manajemen. Diperkenalkannya variable costing untuk penyempurnaan penentuan harga pokok produk pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki penentuan harga pokok persediaan yang disajikan dalam neraca dan dalam perhitungan rugi laba. Perbaikan akuntansi biaya pada saat itu pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan manajemen.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat lebih berguna, dan yang menjelaskan secara
rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan
kualitas, produktifitas, dan mengurangi biaya. Sebagai tanggapan terhadap kelemahan
akuntansi biaya manajemen tradisional, berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen baru yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini.
sumber didapat dari : http://boele21.wordpress.com/2010/10/04/sejarah-sistem-informasi-akuntansi/
Mulai tahun 1925, setelah dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian
dihentikan dan diganti dengan penentuan harga pokok persediaan (inventory costing), yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk sedemikian rupa sehingga harga pokok persediaan dapat dilaporkan kepada pemakai eksternal dalam laporan keuangan. Laporan keuangan telah menjadi kekuatan yang membentuk desain sistem
akuntansi biaya. Manajer dan perusahaan bersedia menerima informasi biaya rata-rata
secara agregat atas tiap produk, karena mereka merasa tidak membutuhkan informasi biaya masing- masing produk yang lebih terinci dan akurat mengenai tiap produk.
Dalam tahun 1950-an dan 1960-an telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan manajemen. Diperkenalkannya variable costing untuk penyempurnaan penentuan harga pokok produk pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki penentuan harga pokok persediaan yang disajikan dalam neraca dan dalam perhitungan rugi laba. Perbaikan akuntansi biaya pada saat itu pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan manajemen.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat lebih berguna, dan yang menjelaskan secara
rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan
kualitas, produktifitas, dan mengurangi biaya. Sebagai tanggapan terhadap kelemahan
akuntansi biaya manajemen tradisional, berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen baru yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini.
sumber didapat dari : http://boele21.wordpress.com/2010/10/04/sejarah-sistem-informasi-akuntansi/
Minggu, 03 Oktober 2010
macam-macam sistem informasi
Ada beberapa macam sistem informasi yg perlu kita ketahui,.
a.Macam-macam Sistem Informasi
b.Materi
Klasifikasi sistem informasi.
Sistem informasi menurut level organisasi.
Sistem informasi fungsional.
Sistem informasi berdasarkan dukungan yang tersedia.
Klasifikasi menurut aktifitas manajemen.
Klasifikasi menurut arsitektur sistem.
Sistem informasi geografis.
Sistem informasi perusahaan (EntIS).
c.Klasifikasi sistem informasi
Klasifikasi yang umum dipakai didasarkan pada :
Level organisasi.
Area fungsional.
Dukungan yang diberikan.
Arsitektur sistem informasi.
d.Sistem informasi menurut level organisasi
Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi :
Sistem informasi departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen.
Sistem informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah departemen secara bersama-sama.
Sistem informasi antarorganisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
e.Sistem informasi fungsional Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Sistem informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran Sistem informasi pemasaran Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Sistem informasi manufaktur Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
f.Sistem informasi keuangan Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. Sistem informasi akuntansi Keterangan Sistem informasi
Sistem informasi akuntansi SIM SI Pemasaran / Penjualan SI Keuangan SI Akuntansi SI Produksi SI SDM
g.Lingkup sistem informasi akuntansi SPT Penjualan Pengolahan pesanan penjualan Penagihan Analisis Penjualan SPT Pengeluaran dan penerimaan kas Piutang dagang Penerimaan kas Pengeluaran kas Utang dagang Sistem pelaporan dan pemrosesan buku besar Buku besar Pelaporan keuangan SPT Pembelian Pembelian Pemroses sediaan SPT Penggajian Pembayaran gaji Pencatatan kehadiran
h.Pemrosesan pesanan penjualan : subsistem yang menangani order dari pelanggan.
Pemrosesan sediaan : subsistem yang menangani perubahan dalam sediaan dan memberikan informasi pengiriman dan pemesanan kembali.
Buku besar : subsistem yang mengkonsolidasikan data dari sistem akuntansi yang lain dan menghasilkan pernyataan-pernyataan dan laporan bisnis yang bersifat periodik.
Piutang dagang : subsistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen kredit.
i.Utang dagang : subsistem yang mencatat pembelian dan pembayaran utang kepada pemasok, dan menghasilkan laporan manajemen kas.
Pembayaran gaji : subsistem yang menangani penggajian, termasuk jam kerja dan bukti pembayaran, serta menghasilkan laporan yang terkait dengan penggajian.
j.Sistem informasi keuangan
Sistem informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan.
sumber ini didapat dari http://www.slideshare.net/yaqinov/02-macam-macam-sistem-informasi
a.Macam-macam Sistem Informasi
b.Materi
Klasifikasi sistem informasi.
Sistem informasi menurut level organisasi.
Sistem informasi fungsional.
Sistem informasi berdasarkan dukungan yang tersedia.
Klasifikasi menurut aktifitas manajemen.
Klasifikasi menurut arsitektur sistem.
Sistem informasi geografis.
Sistem informasi perusahaan (EntIS).
c.Klasifikasi sistem informasi
Klasifikasi yang umum dipakai didasarkan pada :
Level organisasi.
Area fungsional.
Dukungan yang diberikan.
Arsitektur sistem informasi.
d.Sistem informasi menurut level organisasi
Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi :
Sistem informasi departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen.
Sistem informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah departemen secara bersama-sama.
Sistem informasi antarorganisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
e.Sistem informasi fungsional Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Sistem informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran Sistem informasi pemasaran Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Sistem informasi manufaktur Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
f.Sistem informasi keuangan Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. Sistem informasi akuntansi Keterangan Sistem informasi
Sistem informasi akuntansi SIM SI Pemasaran / Penjualan SI Keuangan SI Akuntansi SI Produksi SI SDM
g.Lingkup sistem informasi akuntansi SPT Penjualan Pengolahan pesanan penjualan Penagihan Analisis Penjualan SPT Pengeluaran dan penerimaan kas Piutang dagang Penerimaan kas Pengeluaran kas Utang dagang Sistem pelaporan dan pemrosesan buku besar Buku besar Pelaporan keuangan SPT Pembelian Pembelian Pemroses sediaan SPT Penggajian Pembayaran gaji Pencatatan kehadiran
h.Pemrosesan pesanan penjualan : subsistem yang menangani order dari pelanggan.
Pemrosesan sediaan : subsistem yang menangani perubahan dalam sediaan dan memberikan informasi pengiriman dan pemesanan kembali.
Buku besar : subsistem yang mengkonsolidasikan data dari sistem akuntansi yang lain dan menghasilkan pernyataan-pernyataan dan laporan bisnis yang bersifat periodik.
Piutang dagang : subsistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen kredit.
i.Utang dagang : subsistem yang mencatat pembelian dan pembayaran utang kepada pemasok, dan menghasilkan laporan manajemen kas.
Pembayaran gaji : subsistem yang menangani penggajian, termasuk jam kerja dan bukti pembayaran, serta menghasilkan laporan yang terkait dengan penggajian.
j.Sistem informasi keuangan
Sistem informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan.
sumber ini didapat dari http://www.slideshare.net/yaqinov/02-macam-macam-sistem-informasi
Langganan:
Postingan (Atom)
